Menu

..::MARILAH KITA MERAIH KESUKSESAN DENGAN HATI YANG PENUH KEIHKLASAN::..

Friday, 5 January 2018

Kerjasama Guru dalam Menyusun dan Melaksanakan Program Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 1 Mataram

BIMBINGAN DAN KONSELING
Kerjasama Guru dalam Menyusun dan Melaksanakan Program Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 1 Mataram”


OLEH
KELOMPOK 1
KELAS B (REGULER PAGI)
Nama Kelompok :
1.      Desy Faula Mayanti                (E1R015010)
2.      Hardika Budianto                   (E1R015016)
3.      Muaddatul Alawiah                (E1R015037)
4.      Rizkian Agung Jamaesa          (E1R015059)
                       


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan kesehatan serta pengetahuan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah yang berjudul Kerjasama Guru dalam Menyusun dan Melaksanakan Program Bimbingan dan Konseling ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini memuat peran serta kerjasama guru dalam penyusunan dan pelaksanaan program-program Bimbingan dan Konseling, masalah-masalah yang dihadapi dalam penyusunan dan pelaksanaan program-program Bimbingan dan Konseling serta solusi dalam menangani masalah tersebut, khususnya di SMP Negeri 1 Mataram.
Sekian pengantar dari penyusun, semoga makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca. Namun makalah ini banyak memiliki kekurangan, oleh karena itu penyusun berharap kepada para pembaca untuk memberi kritik dan saran yang dapat membangun untuk makalah ini.


Mataram, 26 Oktober  2017


Penyusun












DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
1.1   Latar Belakang.............................................................................. .... 1
1.2   Rumusan Masalah............................................................................. 2
1.3   Tujuan................................................................................................. 2
1.4   Manfaat.............................................................................................. 3
BAB II KAJIAN TEORI.................................................................................. 4
2.1 Pengertian Program Bimbingan dan Konseling ........................... 4             
2.2 Tujuan Program Bimbingan dan Konseling................................... 4
2.3 Jenis Program Bimbingan dan Konseling...................................... 5
2.4 Unsur-Unsur Program Bimbingan dan Konseling................... .... 6
2.5 Komponen (Struktur) Program Bimbingan dan Konseling.... .... 8
2.6 Perencanaan Program Bimbingan dan Konseling.................... .... 9
2.7 Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling.......................... 10
BAB III HASIL OBSERVASI......................................................................... 14
3.1 Tujuan Wawancara........................................................................... 14           
3.2 Topik Wawancara............................................................................. 14
3.3 Waktu dan Tempat Wawancara...................................................... 14
3.4 Hasil Wawancara............................................................................... 14
BAB IV PENUTUP....................................................................................... .... 17
4.1 Kesimpulan........................................................................................ 17
4.2 Saran.................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... .... 18





BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Untuk menciptakan pendidikan yang bermutu terutama di sekolah formal, tentunya tidak hanya dilakukan dengan pemberian ilmu pengetahuan yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik saja, namun juga diperlukan adanya dukungan dari peningkatan profesionalisasi tenaga pendidiknya dan pengembangan kemampuan peserta didik yang memandirikan supaya peserta didik dapat mengambil keputusannya sendiri demi tercapainya tugas-tugas perkembangannya. Kemampuan yang demikian itu tidak hanya menyangkut aspek akademik atau belajar saja, tetapi juga menyangkut aspek pengembangan pribadi, sosial, dan karier, selain itu juga intelektual dan sistem nilai peserta didik. Berkenaan dengan hal yang demikian maka terlihat bahwa pendidikan yang bermutu di sekolah formal ialah pendidikan yang mengantarkan peserta didik pada pencapaian standard akademis yang diharapkan dalam kondisi perkembangan diri yang sehat dan optimal. Untuk mencapai perkembangan peserta didik yang sehat dan optimal, pastinya diperlukan kerjasama (teamwork) yang baik antara manajemen, pengajaran, bimbingan dan konseling, dan yang paling utama adalah peran bimbingan dan konseling.
Bimbingan dan konseling merupakan suatu program yang sangat dibutuhkan dalam keseluruhan proses pembelajaran. Kegiatan bimbingan dan konseling pada dasarnya adalah usaha sadar yang dilakukan oleh guru pembimbing bersama siswa untuk mencapai kemandirian dalam keseluruhan proses kehidupan, baik sebagai individu, anggota kelompok, keluarga atau masyarakat pada umumnya melalui pelaksanaan bimbingan dan konseling. Disini guru memiliki peranan yang sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa atau peserta didik. Di dalam melakukan bimbingan dan konseling, kerjasama konselor dan personil lain di sekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan. Kerjasama ini akan menjamin tersusunnya program bimbingan dan konseling kompherensif, memenuhi sasaran, serta realistik.
Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 1 Mataram. Karena itu dalam makalah ini akan mengulas tentang penyusunan dan pelaksanaan program-program bimbingan dan konseling yang ada di SMP Negeri 1 Mataram, masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling, solusi atau upaya-upaya yang dilakukan dalam menangani masalah tersebut serta kerjasama seluruh personil di SMP Negeri 1 Mataram dalam melaksanakan program bimbingan dan konseling.

1.2    Rumusan Masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan program bimbingan dan konseling di sekolah?
b.      Apa tujuan program bimbingan dan konseling di sekolah?
c.       Apa saja jenis program bimbingan dan konseling?
d.      Apa saja unsur-unsur program bimbingan dan konseling?
e.       Apa saja komponen (struktur) program bimbingan dan konseling di sekolah khususnya di SMP Negeri 1 Mataram?
f.       Bagaimana perencanaan program bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram?
g.      Bagaimana penyusunan program bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram?
h.      Bagaimana pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram?
i.        Apa saja masalah yang dihadapi dalam proses penyusunan dan pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram?
j.        Apa solusi atau upaya-upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram dalam menangani masalah tersebut?
1.3    Tujuan
Adapun tujuan disusunnya makalah ini, sebagai berikut:
a.       Untuk mengetahui pengertian program bimbingan dan konseling.
b.      Untuk mengetahui tujuan program bimbingan dan konseling.
c.       Untuk mengetahui jenis program bimbingan dan konseling.
d.      Untuk mengetahui unsur-unsur bimbingan dan konseling.
e.       Untuk mengetahui komponen (struktur) program bimbingan dan konseling di sekolah khususnya di SMP Negeri 1 Mataram.
f.       Untuk mengetahui perencanaan program bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram.
g.      Untuk mengetahui penyusunan program bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram.
h.      Untuk mengetahui pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram.
i.        Untuk mengetahui masalah yang dihadapi dalam proses penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram.
j.        Untuk mengetahui solusi atau upaya-upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram dalam menangani masalah tersebut.
1.4    Manfaat
a.       Menambah wawasan kepada mahasiswa sebagai calon guru.
b.      Menambah wawasan mahasiswa mengenai penyusunan dan pelaksanaan bimbingan dan konseling.
c.       Sebagai bekal mahasiswa sebagai calaon guru sebagai pengelola proses pembelajaran agar anak didik dapat memperoleh arahan yang baik dalam menjalani masa pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sekolah, keluarga dan masyarakat.


















BAB II
KAJIAN TEORI

2.1    Pengertian Program Bimbingan dan Konseling
Pengertian Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah  ialah sejumlah kegiatan bimbingan dan konseling yang direncanakan oleh sekolah, dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu (Purwoko, 2008: 18).
Tohorin (2007:259) mengemukakan bahwa “Program bimbingan dan konseling merupakan suatu rancangan atau rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.” Rancangan atau terancang kegiatan tersebut disusun secara sistematis, terorganisasi, dan terkoordinasi dalam jangka waktu tertentu. Suatu program layanan bimbingan dan konseling tidak akan berjalan efisien sesuai kebutuhan keadaan siswa jika dalam pelaksanaannya tanpa suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang bermutu, artinya dilakukan secara sistematis jelas dan terarah. Penyusunan program bimbingan dan konseling sangat memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah.
Menurut Winkel (2005: 119) yang dimaksud dngan program bimbingan adalah suatu rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisasi, dan terkoordinasi selama periode tertentu.
Berdasarkan pendapat di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa program bimbingan dan konseling adalah sederetan rencana kegiatan yang pada dasarnya telah menggambarkan rencana yang konkret untuk mencapai tujuan yang disusun secara sistematis, terorganisasi,dan terkoordinasi selama periode tertentu.
2.2    Tujuan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Menurut Dewa Ketut Sukardi dan Desak Made Sumiati (2005:3) tujuan program bimbingan dan konseling disekolah terdiri dari : (1) Tujuan umum, dan (2) Tujuan khusus
1)      Tujuan umum program bimbingan dan konseling
a.       Agar siswa atau peserta didik dapat mengembangkan pengertian dan pemahaman diri dalam kemajuannya di sekolah.
b.      Agar siswa atau peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan tentang dunia kerja, kesempatan kerja serta rasa tanggung jawab dalam memilih suatu kesempatan kerja tertentu.
c.       Agar siswa atau peserta didik dapat mengembangkan kemajuan untuk memilih dan mempertemukan pengetahuan tentang dirinya dengan informasi tentang kesempatan yang secara tepat dan bertanggung jawab.
d.      Agar siswa atau peserta didik dapat mewujudkan penghargaan terhadap kepentingan dan harga diri orang lain.
2)      Tujuan khusus program bimbingan dan konseling
a.       Agar siswa atau peserta didik memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri.
b.      Agar siswa atau peserta didik memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya.
c.       Agar siswa atau peserta didik memiliki kemampuan dalam mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
d.      Agar para siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi dan menyalurkan potensi-potensi yang dimilikinya dalam pendidikan dan lapangan kerja secara tepat.
2.3    Jenis Program Bimbingan dan Konseling
Program bimbingan dan konseling adalah kumpulan rencana kegiatan pelayanan bimbingan konseling yang disusun berdasarkanpada kebutuhan peserta didik pada suatu periode tertentu. Periode tersebut bias dalam rentang tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, dan harian. Dalam Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Penjas dan BK (2009), jenis-jenis program bimbingan dan konseling itu sendiri dibagi menjadi lima yaitu:
a.       Program Tahunan
Yaitu program bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan pelayanan dan kegitan pendukung selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
b.      Program Semesteran
Yaitu program bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan pelayanan dan kegiatan pendukung selama satu semester untuk masing-masing kelas yang merupakan jabaran dari program tahunan.
c.       Program Bulanan
Program bulanan merupakan program bimbingan dan konseling yang meliputi seluruh kegiatan pelayanan dan kegiatan pendukung selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
d.      Program Mingguan
Program mingguan merupakan program pelayanan bimbingan konseling yang meliputi seluruh kegiatan pelayanan dan kegiatan pendukung selama satu minggu yang merupakan jabaran dari program bulanan.
e.       Program Harian
Program harian merupakan program pelayanan bimbingan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk rencana program/pendukung (RPP).
2.4    Unsur-Unsur Program Bimbingan dan Konseling
Program bimbingan dan konseling untuk setiap periode disusun dengan memperhatikan unsur-unsur:
1)      Kebutuhan siswa dan kebutuhan masyarakat atau lingkungan yang diperoleh melalui assessment didik dan assessment lingkungan.
2)      Jumlah siswa asuh yang wajib dibimbing.
3)      Guru pembimbing 150 orang (minimal) sampai 225 orang (maksimal) sesuai SKB Mendikbud dan Kepala BAKN No. 0433/P/1993 dan No. 25 tahun 1993. Kepala Sekolah yang berasal dari Guru Pembimbing 40 orang, dan Wakil Kepala Sekolah yang berasal dari Guru Pembimbing 75 orang.
4)      Kegiatan pendukung: aplikasi instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus,kunjungan rumah, dan alih tangan kasus.
5)      Volume kegiatan yang diperkirakan anatara 4% s.d 25% pada kegiatan berikut di atur secara proporsional.
6)      Frekuensi layanan: guru pembimbing dalam satu minggu wajb memberikan minimal Sembilan kali kegiatan layanan bimbingan dan konseling.
7)      Lama kegiatan: setiap kegiatan (kegiatan layanan dan pendukung) berlangsung sesuai dengan kebutuhan.
8)      Waktu kegiatan: kegiatan layanan dan pendukung dilaksanakan pada:
a.       Jam pelajaran sekolah sampai 50% dan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling, sesuai dengan SK Mendikbud No.025/01995, untuk kegiatan format lapangan, kelompok, individu, dan “politik”.
9)      Bidang dan jenis layanan bimbingan dan konseling
a.       Bidang-bidang bimbingan
·      Bimbingan pribadi yaitu pelayanan bimbingan dan konseling yang diarahkan untuk membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani.
·      Bimbingan social yaitu pelayanan bimbingan dan konseling yang diarahkan untuk membantu siswa atau peserta didik mengenal dan berhubungan dengan lingkungan yang dilandasi budi pekerti luhur, tanggung jawab kemasyarakatan dan kenegaraan.
·      Bimbingan belajar yaitu pelayanan bimbingan yang diarahkan untuk membantu siswa untuk mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajaryang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan, serta menyiapkannya untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi atau mempersiapkan siswa  untuk terjun langsung ke lapangan pekerjaan tertentu (untuk SMK).
·      Bimbingan karier yaitu pelayanan bimbingan dan konseling yang diarahkan untuk membantu siswa untuk merencanakan dan mengembangkan masa depan karier (khusus di SMU), membantu mengenal potensi diri, mengembangkan dan memantapkan pilihan karier, serta mengembangkan keterampilan kejuruan dan aplikasi yang dipilihnya (khusus untuk SMK).
b.      Jenis-jenis layanan bimbingan dan konseling
·      Layanan pengumpulan data
·      Layanan orientasi
·      Layanan informasi
·      Layanan konseling perseorangan
·      Layanan bimbingan kelompok
·      Layanan konseling kelompok
·      Layanan konsultasi
·      Layanan konferensi kasus
·      Layanan penempatan dan penyaluran
2.5    Komponen (Struktur) Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Layanan bimbingan dan konseling di sekolah atau madrasah diklasifikasikan ke dalam emapat komponen layanan, ialah sebagai berikut:
1)      Pelayanan Dasar
Layanan dasar adalah layanan bantuan kepada semua peserta didik melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan untuk membantu para pserta didik mencapai kompetensi dan keterampilan dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan secara efektif dan sehat. Layanan ini dilaksanakan melalui kegiatan di dalam kelas (klasikal), kelompok-kelompok kecil, dan kerjasama antara konselor dan guru dalam pengembangan kompetensi tertentu yang diperlukan oleh peserta didik dalam kehidupannya. Strategi pelaksanaan layanan dasar bimbingan dan konseling di sekolah atau madrasah meliputi bimbingan klasikal, pelayanan orientasi, pelayanan informasi, bimbingan kelompok, pelayanan pengumpulan data.
2)      Pelayanan Responsif
Layanan responsive adalah pemberian bantuan kepada peserta didik yang memerlukan pertolongan segera. Dalam hal ini konseli mungkin berinisiatif mendatangi konselor untuk memanfaatkan bantuan profesional yang diperlukannya dari konselor karena mengalami masalah atau kesulitan tertentu karena adanya rujukan dari guru, orangtua atau profesional lain. Layanan ini dilaksanakan melalui konseling individual, referal, kolaborasi, konsultasi, bimbingan teman sebaya, konferensi kasus, kunjungan rumah.
3)      Perencanaan Individual
Perencanaan individual ialah proses bantuan yang diberikan kepada peserta didik sebagai upaya merencanakan, memonitor dan mengelola aktivitas yang berkaitan dengan kemajuan dan kesuksesan masa depannya berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya.

4)      Dukungan Sistem
Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan, memelihara dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh. Layanan dukungan sistem sangat banyak dan bervariasi, antara lain dapat berupa kegiatan pengembangan profesional konselor; hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas; peningkatan mutu manajemen program; peningkatan anggaran dan fasilitas, pelatihan BK bagi para Pengawas dan Kepala Sekolah/Madrasah. Dukungan sistem ini meliputi beberapa aspek, yaitu pengembangan profesi, kegiatan manajemen, riset dan pengembangan.
2.6    Perencanaan Program Bimbingan dan Konseling
Dalam menyusun rencana program BK, harus melibatkan berbagai pihak terkait seperti kepala sekolah, guru BK, para guru, tenaga administrasi, orang tua siswa, dan komite sekolah dan tokoh masyarakat. Keterlibatan pihak-pihak di atas mengingat manfaat layanan BK di sekolah tidak saja akan di rasakan pihak sekolah dan madrasah dalam hal ini siswa juga oleh para orang tua dan masyarakat. Berkenaan dengan perencanaan program BK di sekolah dan madrasah, perlu di lakukan dan di persiapkan hal – hal sebagai berikut:
1)      Studi kelayakan
Studi kelayakan merupakan refleksi tentang alasan-alasan mengapa diperlukan suatu program bimbingan. Studi kelayakan juga perlu di lakukan untuk dilaksanakan dalam bentuk layanan bimbingan terhadap siswa. Selain itu, studi kelayakan dilakukan juga terhadap bidang-bidang pelayanan bimbingan dan lingkup bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah. Dari hasil studi kelayakan  akan diperoleh kesimpulan bidang – bidang atau lngkup bimbingan mana  yang layak untuk dituangkan dalam bentuk program bimbingan dan konseling.
2)      Penyusunan program bimbingan
Penyusunan program bimbingan dapat di kerjakan oleh tenaga ahli BK atau guru BK atau konselor sekolag dan madrasah atau koordinator BK. Dengan melibatkan tenaga bimbingan yang lain. Penyusunan program bimbingan harus merujuk kepada kebutuhan sekolah dan madrasah secara umum dan lingkup layanan bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah. Setelah rencana program di susun dengan memperhatikan hal-hal di atas, selanjtnya di lakukan pembahasan dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait disekolah dan madrasah. Penyusunan program BK merupakan tindak lanjut dari studi kelayakan ,oleh sebab itu bisa di laksanakan kepada awal tahun ajaran atau setelah program semester berakhir.
3)      Penyediaan saran fisik dan teknis
Program BK perlu didukung oleh sarana fisik dan teknis. Sarana fisik adalah  semua peralatan atau perlengkapan yang di butuhkan dalam rangka penyusunan program BK seperti: ruang kerja guru BK beserta peralatannya seperti: almari data, perpustakaan BK, peralatan administrasi, ruang konsultasi, ruang tunggu, ruang tata usaha BK dan lain-lain. Sarana teknis adalah alat-alat atau instrumen-instrumen yang dilakukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan seperti tes baku, daftar check list. angket, format anekdot, daftar penilaian, kartu pribadi, dan lain sebagainnya.
4)      Penentuan sarana personil dan pembagian tugas
Selain sarana fisik dan teknis, penyusunan rencana program BK juga harus memerlukan sarana personil. Sarana personil adalah orang-orang yang akan dilibatkan dalam penyusunan program BK  dan mereka akan di beri tugas apa. Orang yang dilibatkan dalam penyusunan rencana tugas BK  di sekolah dan madrash adalah : konselor pelajaran, pegawai administrasi, perwakilan orng tua siswa, dan komite sekolah, dan madrasah.
5)      Kegiatan-kegiatan penunjang
Dalam penyusunan rencana program BK di sekolah dan madrasah diperlukan kegiatan-kegiatan pendukung terutama pertemuan staf pembimbing dan hubungan dengan masyarakat atau instansi lain yang terkait dengan rencana program BK yang akan disusun.
2.7  Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling
Program bimbingan dan konseling diartikan seperangkat kegiatan bimbingan dan konseling yang dirancang secara terencana, terorganisasi, terkoordinasi selama periode waktu tertentu dan dilakukan secara kait mengait untuk mencapai tujuan.
Program bimbingan dan konseling di suatu sekolah sebaiknya disusun setiap tahun pada awal tahun ajaran. Penyusunan program bimbingan dan konseling dapat dibedakan menjadi dua, yaitu membuat program yang sama sekali baru, dan atau mengembangkan program yang sudah ada.
Penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah menempuh langkah-langkah sebadai berikut:
1)      Menentukan karakteristik siswa
Apabila program BK yang akan disusun adalah untuk satuan tingkat Sekolah Dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah(MI), maka harus memperhatikan  karakteristik dan tugas-tugas pengembangan murid SD atau MI . begitu juga apabila program  BK yang akan disusun  adalah untuk tingkat  satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs), harus memperhatikan karakteristik dan tugas perkembangan siswa SMP atau MTs. Selanjutnya dari karakteristik  siswa pada masing-masing tingkat satuan pendidikan Sekolah Menengah Aatas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) akan di ketahui kebutuhan-kebutuhannya.
2)      Penyusun program
Penyusun program BK umumnya mengikuti empat langkah pokok, yaitu identifikasi kebutuhan, penyusunan rencana kerja, pelaksanaan kegiatan, dan penilaian kegiatan. Keempat langkah tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang sebaiknnya dilakukan secara berkesimnambungan.
Pertama, identifikasi kebutuhan. Program yang baik adalah program yang sesuai (match) dengan kebutuhan siswa atas analisis kebutuhan.
Kebutuhan siswa di sekolah dan madrasah sangat banyak, antara lain:
a.    Kebutuhan akan informasi tentang cara-cara belajar yang baik.
b.    Kebutuhan akan informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dampaknya.
c.    Kebutuhan akan informasi tentang  karier-karier tertentu.
d.   Kebutuhan akan informasi tentang cara-cara pengembangan potensi diri, cara bergaul.
e.    Kebutuhan untuk bisa eksis, untuk diakui, dan lain sebagainnya.
Kedua, penyusunan rencana kegiatan. Rencana kegiatan bimbingan di susun dan prioritas kebutuhan, baik kebutuhan masing-masing individu (siswa) maupun kebutuhan sekolah dan madrasah secara umum. Selain itu, rencana kegiatan pembimbingan juga harus sesuai dan diintegrasikan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya serta disusun secara spesifik dan realistik.
Ketiga, pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan merupakan realisasi rencana program bimbingan yang telah  di susun. Dengan perkataan lain adalah melaksanaan program dalam bentuk kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling.
Keempat, penilaian kegiatan. Penilaian kegiatan mencakup semua kegiatan BK yang telah dilaksanakan (semua program yang telah dilaksanakan). Penilaian di lakukan terhadap semua tehap kegiatan (identifikasi kebutuhan, perencanaan kegiatan dan pelaksanaan kegiatan). Hasil penilaian merupakan gambaran tentang proses seluruh dan hasil yang di capai di serai dengan hasil rekomendasi tentang kegiatan berikutnnya (follow up).rumusan tidak lanjut dapat berupa jenis kebutuhan dan pelayanan  baru atau perbaikan program kegiatan terdahulu sesuai degan informasi yang diperoleh.
3)      Dalam perencanaan program bimbingan dikenal dengan tiga macam model penyusunan program yaitu :
a.       Model Penyusunan Program Konvensional
Secara garis besar penyusunan program bimbingan konseling menurut model ini adalah sebagai berikut :
·         Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan atau masalah-masalah siswa.
·         Menentukan karakteristik sekolah.
·         Menentukan skala prioritas.
·         Menentukan program tahunan.
·         Menentukan program semesteran.
·         Menentukan program bulanan, mingguan, dan harian.
b.      Model Penyusunan Program Bimbingan Dan Konseling Berdasarkan Planning, Programming, Budgeting, and System (PPBS)
Penyusunan program berdasarkan PPBS merupakan upaya untuk memperbaiki cara penyusunan program berdasarkan pada cara konvensional yang mendasarkan kebutuhan atau masalah siswa karena cara yang pertama lebih menekankan pada selera peserta didik dan kurang memperhatikan tujuan layanan bimbingan konseling, kurikulum yang telah disusun secara nasional dan bagaimana mengevaluasi kegiatan sangat sukar dilakukan.
Penyusunan program bimbvingan konseling berdasarkan PPBS maksudnya dalam menyusun program didasarkan pada sistem yang memperhatikan perencanaan, program, dan penganggaran.
c.       Model Penyusunan Program bimbingan dan konseling Komprehensif
Dalam penyusunan program konvensional atau berdasarkan KTSP, need assesment hanya didasarkan pada assesment peserta didik, sedangkan dalam program bimbingan dan konseling komprehensif kegiatan assesmen mencakup keduanya yaitu need assesment peserta didik dan need assesment lingkungan.
Need assesment peserta didik adalah segala kebutuhan atau masalah yang ada padapeserta didik yang meliputi aspek fisik, psikologis, serta sosial yang antara lain berkaitan dengan hubungan sosial dalam keluarga, teman-teman. Need assesment lingkungan yaitu mengumpulkan berbagai kebutuhan atau keinginan dari lingkungan seperti harapan orang tua, sekolah, kemampuan konselor, sarana dan prasarana pendukung layanan bimbingan dan konseling.
Langkah-langkah penyusunan program bimbingan dan konseling komprehensif menurut Depdiknas (2008) sebagai berikut: (a) mengkaji produk hukum yang berlaku, (b) menyusun visi dan misi, (c) bidang pengembangan, (d) deskripsi kebutuhan, (e) tujuan, (f) komponen program, (g) rencana operasional, (h) pengembangan tema, (i) pengembangan satuan layanan, (j) evaluasi, dan (k) beaya. 








BAB III
HASIL OBSERVASI

Untuk hasil observasi, kami memilih SMP Negeri 1 Mataram sebagai objek observasi. Dalam observasi tersebut kami menggunakan metode wawancara. Adapaun susunan laporan hasil wawancara kami sebagai berikut:
3.1    Tujuan Wawancara
Wawancara dilakukan guna untuk mengetahui bagaimana proses kerjasama guru dalam menyusun dan melaksanakan program Bimbingan dan Konseling (BK) di SMP Negeri 1 Mataram.
3.2     Topik Wawancara
Kerjasama guru dalam penyusunan dan pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling (BK).
3.3     Waktu dan Tempat Wawancara
Wawancara dilakukan tepatnya pada hari Selasa tanggal 17 Oktober 2017 pukul 10.15 WITA di SMP Negeri 1 Mataram.
3.4  Hasil Wawancara
a.      Narasumber
·      Koordinator BK di SMP Negeri 1 Mataram      : Sri Rohana
·      Lama jabatan sebagai guru BK                           : Dari tahun 2012 sampai sekarang
·      Lama jabatan sebagai koordinator BK               : Dari tahun 2017
b.      Pewawancara
·      Pewawancara    : - Desy Faula Mayanti
-   Muaddatul Alawiah
·      Dokumentasi     : - Hardika Budianto
-  Riskian Agung Jamaesa
c.       Transkrip hasil wawancara
1)      Apa saja program-program Bimbingan dan Konseling (BK) yang ada di SMP Negeri 1 Mataram?
Jawaban Narasumber :
Program-program BK di SMP Negeri 1 Mataram yaitu lebih menenkankan pada penegakan tata tertib dan pembentukan kepribadian siswa dalam bertingkah laku atau berakhlak yang baik. Khususnya pada pendidikan dan pergaulan siswa. Karena pada dasarnya siswa berasal dari keluarga dan pendidikan yang berbeda.
2)      Bagaimana penyusunan dan pelaksanaan program-program Bimbingan dan Konseling (BK) tersebut?
Jawaban Narasumber :
Agar pelaksanaan program-program BK di SMP Negeri 1 Mataram terealisasi dengan lancar, efektif dan efesien maka guru-guru khususnya guru-guru BK di SMP Negeri 1 Mataram menyusun program-program BK dalam bentuk buku. Sebagaimana dalam buku tersebut terdapat istilah-istilah diantaranya bimbingan, karier, belajar dll. Pada awal semester guru-guru BK di SMP Negeri 1 Mataram menerapkan bimbingan belajar kepada siswa dan saat mendekati akhir-akhir semester guru-guru akan menerapkan bimbingan karier.
3)      Program-program apa saja yang sudah terealisasi ?
Jawaban Narasumber :
Semua program-program telah terealisasi dengan baik namun tingkat keberhasilannya yang masih belum mencapai 100%. Tingkat keberhasilan dalam melaksanakan program dilihat dari laporan tahunan. Dari laporan tahunan tersebut guru-guru BK di SMP Negeri 1 Mataram mengetahui program-program yang sudah mencapai tingkat keberhasilan dan program-program yang belum mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan.
4)      Untuk program yang belum terealisasi, apa penyebab belum terealisasikannya program tersebut? Lalu bagaimana tindak lanjut terhadap hal tersebut?
Jawaban Narasumber :
Seperti yang sudah dijelaskan pada jawaban sebelumnya bahwa semua program sudah terealisasi dengan baik namun ada beberapa program yang tingkat keberhasilan belum mencapai 100%. Oleh sebab itu guru-guru di SMP Negeri 1 Mataram akan meninjau kembali apa saja kendala atau masalah yang menyebabkan belum tercapainya tingkat keberhasilan yang diharapkan dalam pelaksanaan program-program BK tersebut. Dari sanalah guru-guru di SMP Negeri 1 Mataram mencari solusi bagaimana menindak lanjuti hal  tersebut misalnya dengan mengubah metode dan lebih meningkatkan bimbingan kepada siswa.
5)      Apa saja masalah-masalah yang sering dihadapi ketika melaksanakan program Bimbingan dan Konseling (BK)?
Jawaban Narasumber:
Masalah-masalah yang sering dihadapi di SMP Negeri 1 Mataram yaitu masalah kedisiplinan, kerapian, dan keributan siswa saat proses pembelajaran. 
6)      Apa saja solusi atau upaya-upaya yang dilakukan dalam menangani permasalahan tersebut?
Jawaban Narasumber:
Adapun solusi atau upaya-upaya yang dilakukan untuk menangani masalah tersebut yaitu dengan mengadakan bimbingan setiap hari Sabtu yang dilakukan oleh wali kelas atau guru BK.  Sebagaimana diketahui bahwa guru BK di SMP Negeri 1 Mataram sebanyak 7 orang. Masing-masing dari guru BK memiliki kurang lebih 200 siswa bimbingan. Selain itu, salah satu solusi yang dilakukan yaitu dengan memberikan setiap siswa buku saku (buku pedoman) atau yang biasa disebut dengan buku biru. Buku saku tersebut bertujuan sebagai pedoman siswa guna mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam buku tersebut telah dirincikan semua peraturan, visi dan misi sekolah, target yang ingin dicapai, strategi sekolah serta sanksi-sanksi yang diterima saat melakukan pelanggaran. Dari buku saku tersebut  juga akan diketahui masalah-masalah yang sering dihadapi oleh masing-masing siswa.
7)      Bagaimana kerjasama guru Bimbingan dan Konseling (BK) dengan guru mata pelajaran lain dalam melaksanakan program Bimbingan dan Konseling (BK)?
Jawaban Narasumber:
Mengenai pembinaan karakter siswa dilakukan oleh guru BK dan guru mata pelajaran lainnya atau bisa dikatakan oleh semua personil sekolah. Untuk siswa yang sering melakukan pelanggran maka akan dilakukan home visit oleh guru BK ke rumah siswa tersebut untuk menanyakan orang tua.  Siswa-siswa yang bermasalah sama akan diberikan bimbingan kelompok sedangkan siswa-siswa yang memilki bermasalah berbeda diberikan konseling kelompok.
BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa :
1.      Program bimbingan dan konseling adalah sederetan rencana kegiatan yang pada dasarnya telah menggambarkan rencana yang konkret untuk mencapai tujuan yang disusun secara sistematis, terorganisasi,dan terkoordinasi selama periode tertentu.
2.      Proses penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Mataram telah terlaksanan dengan baik, meskipun ada beberapa program yang belum mencapai tujuan yang diharapkan. Dan solusi atau upaya  yang dilakukan dalam rangka menindak lanjuti masalah-masalah yang dihadapi untuk program BK dapat dikatakan menarik, salah satunya buku pedoman yang diberikan pihak sekolah kepada setiap waktu.
4.2    Saran
Sebaiknya dalam program Bimbingan dan Konseling selanjutnya diadakan pertemuan antara pihak wali siswa, wali kelas atau guru mata pelajaran lainnya beserta guru BK guna meningkatkan kerjasama dalam proses pemberian Bimbingan dan Konseling kepada siswa guna membentuk karakter siswa yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh bangsa dan Negara.











DAFTAR PUSTAKA

Mu’awanah, Elfi dan Rifa Hidayah. 2009. Bimbingan Konseling Islami. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Sukardi, Ketut Dewa. 2008. Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.







Lampiran-lampiran
                                                                                                                                                                                            

No comments:

Post a Comment