Menu

..::MARILAH KITA MERAIH KESUKSESAN DENGAN HATI YANG PENUH KEIHKLASAN::..

Friday, 30 October 2015

assalamu'alaikum kawan,
disini saya akan mambagi sedikit cerita saya. Saya seorang mahasiswi jurusan pendidikan matematika. Dulu saat saya di bangku smp, saya belum terlalu mengenal namanya sekolah negeri dan swasta. Saya mengira semua status sekolah itu sama, ternyata saya salah. Saya menyadari akan hal itu saat saya masuk SMA, kebetulan di lingkungan daerah tempat saya tinggal lebih unggul negeri. Banyak keluaga saya yang menyayangkan saya masuk sekolah swasta, dan SMA saya itu tidak sepopuler sekolah negeri lainnya. Ceritanya berawal dari ujian nasional saat smp, yah seperti kebanyakan murid lainnya, pada saat itu hampir seluruh teman kelas saya menggunakan kunci jawaban. Dan jujur, pada saat itu saya menggunakannya pada saat mata pelajaran bahasa Inggris dan IPA, dan saya sangat menyesali perbuatan saya yang tidak berkah itu. Saya lulus smp dengan nilai ujian rata-rata 8 saat itu, saya mencoba mendaftar ke sekolah negeri yang saya inginkan. Tapi, saya tidak masuk pada sma yang saya inginkan. Sebelum itu saya pernah ingin mencoba ikut tes di salah satu sma yang saya inginkan, tapi orang tua saya tidak mengizinkan karena masalah dana. Saya mencoba untuk memohon kepada orang tua saya agar saya bisa masuk sekolah seperti teman-teman saya pada waktu itu. Ibu saya memberikan dua pilihan, saya mau masuk sekolah swasta yang ada di kota atau sekolah di kampung halaman saya. Sifat gengsi ini karena pergaula saya waktu smp, dimana smp saya merupakan smp terfavorit di kota. Akhirnya, saya memilih masuk sekolah swasta dan disana ada kakak kandung saya juga. Sekolah swasta biasanya terkenal dengan biaya sekolahnya yang mahal, tapi tidak dengan sekolah swasta yang satu ini. Saya memulainya dengan perasaan ikhlas, saya mulai beradaptasi dengan sekolah. Jumah murid tidak banyak seperti sekolah-sekolah lain, tapi di sekolah ini saya bisa melihat rasa kebersamaan dan kesetaraan. Disini saya mulai sadar, betapa bodohnya saya dulu memakai kunci jawaban saat ujian. Teman-teman, tanpa kita sadari kesadaran yang timbul pada diri kita bukan karena lingkungan kita melainkan itu dari diri kita sendiri. Maupun sekolah tersebut memiliki nilai akreditasi yang tinggi, itu bukanlah hal penentu untuk mencapai kesuksesan itu sendiri. Walaupun sekolah anda tidak sepert sekolah yang lainnya, jangan berkecil hati. Saat ujian sma kemarin, saya mengerjakannya dengan 100% jujur. Saya merasakan kelegaan dalam hal menjawab, saya tidak merasa takut walaupun jawaban saya salah. Hasilnya memang tidak membanggakan bagi kedua orang tua saya, tapi saya menjelaskan bahwa itu murni hasil saya sendiri, saya takut apa yang saya jalankan ke depannya tidak barokah dengan nilai palsu seperti ynag saya lakukan waktu smp dulu. Setelah itu saya mencoba mendaftar ke perguruan tinggi jalur SNMPTN, saya tidak lulus. Saya tidak terlalu berharap lulus lewat jalur ini, saya berharap mengikuti jalur SBMPTN, karena saya merasa inilah pertempuran yang sesungguhnya. Saya belajar otodidaks di kos saya dengan beberapa teman seperjuangan saya. Dan, hasilnya saya merasa sangat senang dan puas, begitupun kedua orang tua saya. Saya di terima dengan pilihan pertama saya pendidikan matematika. Saya yakin bahwa Tuhan tahu mana jalan yang baik buat saya, Dia akan memberi jalan untuk kita yang amu berusaha. Saya sangat mengucapkan banyak terima ksaih kepada keluarga besar SMA Muhammadiyah Mataram. Dari kepala sekolah sampai ummi yang jualan di kantin, banyak pengajaran yang saya bisa ambil dari SMA saya ini.

No comments:

Post a Comment